Ku kira luka ku akan sembuh
Ku kira luka ku akan sirna
Ku kira aku bisa melupakan semua yg telah terjadi
Tetapi tidak ...
Kejadian yang dulu menyakitkan kini terulang
Kini muncul kembali
Kini hadir kembali
Ya Tuhan mengapa selalu aku
Mengapa selalu aku di takdirkan begini
Sekuat tenaga untuk melupakan semua
Tetapi hasilnya sia sia
Aku selalu teringat jika bertemunya
Selalu mengelurkan air mata jika dia di hadapan ku
Rasanya sudah kaku
Sudah kebal
Dan sudah lelah
Aku berharap kejadian kedua kalinya membuatku lebih tegar
Membuatku lebih kuat
Membuatku lebih hebat
Membuatku lebih sabar
Dan membuatku lebih menghargai semuanya
Tapi apa di kata kejadian kedua kalinya membuatku makin parah
Membuatku makin seperti tertampar
Membuatku seperti di jatuhkan ke jurang
Aku benar benar tidak mengerti mengapa ini terjadi padaku
untuk ke dua kalinya
Aku berusaha melupakan
Aku berusada tidak mengingatnya
Tetapi tak bisa
Tetapi tidak berhasil
Menangis tidak membuatku menyelesaikan masalah
Hanya membuatku tenang sesaat
Aku benci jika aku sudah menangis
Aku merasa hidupku sia sia jika ku pakai untuk menangis
Sudah berapa banyak air mata yg ku habis kan ?
Sudah berapa deraska air mata yang melaju ?
Itu tidak akan merubah keputusan ada keadaan yang terjadi
Disini aku tidak menyalahkan siapa pun
Aku tidak bisa menyalahkan keadaan dan juga perasaan
Aku hanya menyalahkan diriku sendiri yang terlalu membawa
perasaan
Kini teman teman ku tak ada yang mendukung ku
Kini teman teman ku tak ada yang memberiku semangat
Mana sesorang yang ku anggap ‘sahabat’
Mereka tidak tampak pada saatku tertimpa masalah
Mereka tidak tampak pada saatku menangis
Mereka tidak tampak pada saatku bener bener kehilangan arah
Yang ku anggap sahabat kini hilang
Yang ku anggap teman kini pun hilang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar